Rabu, 12 Oktober 2011

Broadcast Message

Di era yang serba modern ini, semua yang tradisional berubah. Contohnya, waktu idul fitri dulu orang jika ingin meinta maaf harus melalui surat menyurat tapi,sekarang meminta maaf di suasana Idul fitri masyarakat mulai sering menggunakan broadcast message. Memang lebih praktis penggunaannya, tinggal tulis pesan lalu kirim ke semua kontak dan selesai. Tetapi, menurut saya meminta maaf dengan cara seperti ini agaknya kurang sopan dan tidak ada nuansa Idul Fitri-nya. Saya lebih senang dengan menulis pesan satu-satu dari pada broadcast message. karena lebih terasa greget-nya

Sajak Suara oleh Wiji Thukul

Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam, mulut bisa dibungkam,
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan,
apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu: pemberontakan!
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara, mengapa kau kokang senjatamu dan gemetar ketika suara itu menuntut keadilan?

Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata, ia lah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya,
apabila engkau tetap bertahan, aku akan memburumu seperti kutukan.

Selamat Datang :)

yup! Hari Rabu,12 Oktober. finally jadi juga dengan ditemani secangkir teh hangat.