Sajak Suara oleh Wiji Thukul
Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam, mulut bisa dibungkam,
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku
Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan,
apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu: pemberontakan!
apabila engkau memaksa diam, aku siapkan untukmu: pemberontakan!
Sesungguhnya suara itu bukan perampok yang ingin merayah hartamu, ia ingin bicara, mengapa kau kokang senjatamu dan gemetar ketika suara itu menuntut keadilan?
Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata, ia lah yang mengajari aku bertanya dan pada akhirnya tidak bisa tidak engkau harus menjawabnya,
apabila engkau tetap bertahan, aku akan memburumu seperti kutukan.